" BIO LAB EXPO UNNES 2011" adalah kegiatan open lab bio pertama kalinya di Semarang yang telah diadakan oleh perguruan tinggi Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada 19-21 September lalu. Acara pameran tersebut mengalir dimulai dari pembukaan serta peresmian, pameran dan dilanjutkan penutup pada hari ketiga dilaksanakannya kegiatan. Sanjungan, kritik, motivasi dan kekaguman saat pembukaan acara disampaikan secara jelas oleh Rektor yang diwakili Bapak Agus selaku pembantu rektor pertama Universitas. Kekagumannya memang layak disiarkan berdasar pada penyetingan acara yang disuguhkan secara natural. Bagaimana tidak, pelaksanaan pembukaan kegiatan menjadi apresiasi awal konsep naturalisasi dengan para tamu berdudukan tenang di muka halaman lab dijajari pohon hijau merindang. Bukan hanya itu, menjadi pencetus universitas konservasi pertama di jawa ini UNNES sangat sadar bertanggung jawab secara langsung dalam menjadi tauladan masyarakat luas terutama bagi universitas lainnya sehingga "Open Bio lab Expo" tidak hanya menyajikan pameran berupa analisis keilmuan belaka akan tetapi konsep konservasi pun ikut menyemaraki kegiatan ini.
Pameran bersenandung ini menjadi salah satu alternatif keilmiahan tidak untuk mahasiswa sekitar kampus saja bahkan saat pelaksanaan kegiatan Open Lab Bio Expo juga terlaksana kegiatan lain di luar laboratorium biologi unnes, salah satunya adalah olympiade biologi untuk kalangan setingkat SD, SMP dan SMA. Kemeriahannya semakin terasa saat para tamu berantusias melihat, mengobservasi dan berinterview secara langsung dengan penyedia sumber di masing-masing lab. Menariknya, selama tiga hari berturut-turut kuantitas tamu semakin memadati tempat pameran, hal ini menjadi point tersendiri atas tercapainya kesuksesan dan keberhasilan dari tujuan terselenggarakannya acara.
Berdasar dari banyaknya hal menarik tersebut penulis berniat mengabadikan beberapa dokumen-dokumen objektif yang sempat penulis lakukan pada indoor lab bio expo lalu, berikut pemaparannya:
A. INDOOR
1. Laboratorium Fisiologi Hewan
Di bagian lab fisiologi hewan atau sering disingkat fisHe ini yang terlihat menonjol waktu penulis pertama menginjakkan kaki memasuki ruangan, ada beberapa tikus dan mencit putih yang dipajang
ditengah ruang lab. Ternyata memang disinilah hewan-hewan itu ditampilkan sebagai media pembelajaran dan permainan. Selain tikus, di lab ini juga kita dapat melihat kualitas spermatozoa manusia, cek refleks, respirometer, mengukur kadar Hb dan kadar glukosa menggunakan glukanometer. Berikut akan penulis sajikan dokumen yang berhasil penulis abadikan.
![]() |
| Tikus putih bahan percobaan |
![]() |
| Glukanometer |
2. Laboratorium Taksonomi Hewan
Lab ini khusus menampilkan awetan hewan invertebrata serta vertebrata basah maupun kering,
berbagai insektarium dan tersedia pula souvenir hewan awetan.
Koleksi yang telah dimiliki antara lain :
a. Kelas Invertebrata, dalam kelas ini terdiri dari :
Preparat slide Protozoa ; Paramecium sp., Amoeba sp., Euglena sp.
Porifera ; Microciona sp., Spongia sp., Phyllospongia sp., Euspongia sp.
Coelenterata ; Hydra sp., Aurelia aurita, Tubipora musica, Fungia, Antipathes.
Platyhelminthes ; Planaria sp., Fasciola hepatica, Clonorchis sinensis.
Nemathelminthes ; Ascaris lumbricoides, Ancylostoma duodenale, Trichinella spiralis.
Anelida ; Pheretrima, Lumbricus, Nereis virens, Hirudinaria javanica.
Molusca ; Chiton, Anadara, lambis, Octopus, Nautilus, dll.
Arthropoda ; Limulus, Julus, Scolopendra sp., Valanga, dll.
Echinodermata ; Pentaceros, Asterias, Asterina, Ophiura, Strogylocentratus.
b. Vertebrata
Chondricthyes ; Hiu martil, Hiu tokek, Hiu harimau, Hiu pasir, pari burung, pari biola, pari kupu.
Osteichthyes ; Ikan lidah, Ikan sebelah, Ikan sidat, Ikan buntal, Ikan sembilang, Ikan patin.
Amphibia ; Bufo, Rana, Salamander, Rhacoporus.
Reptilia ; Draco, Gecko, Varanus, Mabouya, Cobra, Phyton, Viper, Tryonix.
Aves ; Ayam, Bebek, Perkutut, Jalak, Kuntul, Bangau.
Mamalia ; Kera, Bajing kelapa, Marmut, Tikus, Kancil, Anjing, Rase.
Labotarorium taksonomi hewan ini selain jasanya dinikmati oleh mahasiswa sendiri juga menyediakan pelayanan jasa untuk mahasiswa universitas lain seperti mahasiswa dari Undip, Unwahas, Ikip dan instansi lainnya.
![]() |
| Awetan Troides Helena |
![]() |
| Aves |
![]() |
| Chondricthyes |
3. Laboratorium Taksonomi Tumbuhan
Laboratorium ini umumnya menyediakan herbarium basah dan kering, seperti awetan tanaman, bunga dll. Di laboratorium ini juga banyak terdapat tanaman khas daerah dan daerah-daerah di luar jawa seperti pantai utara dan luat asem. berikut penulis sertakan dokumen yang sempat terjepret waktu observasi.
![]() |
| Latoh dari perairan laut Lasem |
![]() |
| Ipomea pas-caprae |
![]() |
| bersama awetan basah |
4. Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan
Dalam konteksnya, laboratorium ini menampilkan awetan tulang hewan darat maupun laut, fase perkembangan embrio, taksidermi dan praktik pembuatannya dan fotomikrograf. antara lain koleksinya adalah slide vertebrata, spesimen basah embrio, model embrio hewan dan beberapa tahap metamorfosis sempurna maupun tidak sempurna. Disini, mahasiswa atau tamu dapat melihat langsung tulang awetan sesungguhnya dari berbagai hewan yang tidak sering kita lihat. Bahkan ada banyak siswa SD, SMP dan SMA yang sangat menikmati tindakan observasinya di lab ini. Dengan batasan pengunjung ruangan maksimal 45 orang.
![]() |
| Embrio kambing |
![]() |
| Tulang ikan |
5. Laboratorium Kultur Jaringan
Laboratorium ini adalah ruang khusus untuk menampilkan koleksi hasil kultur jaringan tumbuhan, prinsip dan cara atau metode penggunaan dan beberapa alat seperti LAF ( Laminar Air Flow) yang menunjang pempraktikkan mahasiswa dalam percobaan kultur jaringan tumbuhan. Fungsi dari LAF tersebut adalah untuk menanam objek tanaman muda yang dalam masa penelitiannya memerlukan suhu tertentu untuk pertumbuhannya, dalam artian bahwa fungsi khusus alat ini adalah pengatur suhu untuk objek tanaman yang dijadikan sebagai percobaan. Berikut beberapa profil dalam ruang kultur jaringan ini:
![]() |
| tahap-tahap kultur |
![]() |
| LAF |
![]() | ||||
| Contoh tanaman kultur |
6. Laboratorium Mikroteknik
Pada laboratorium ini beberapa proses pembuatan preparat dan hasil pembuatan preparatnya pun ditampilkan dengan detail, dalam hal ini preparat yang dimaksudkan ada beberapa preparat yaitu preparat sementara, semi permanen dan permanen dari sel, jaringan, organ dan tumbuhan kecil. Contoh yang penulis temukan adalah objek ginjal yang sulit untuk diteliti lebih lanjut karena faktor preparat yang sulit untuk dilepaskan saat setelah praktikkan menelitinya melalui mikroskop. Maka dari itu di laboratorium ini juga menyiapkan contoh alat yang dapat melepaskan preparat tersebut dari ginjal yang akan diteliti lebih lanjut. Dengan kata lain bahwa nantinya preparat akan dipisahkan dengan objek ginjal melalui penghancuran/pemotongan preparat. Alat ini disebut MIKROTOM PUTAR. Selain itu laboratoriun ini juga menyediakan analisis mikrometri. Berikut adalah gambar yang penulis abadikan.
![]() |
| Hasil proses fiksasi dan dehidrasi |
![]() |
| Mikrotom Putar |
![]() | ||
| Proses Embedding |
7. Laboratorium Biokimia
Di dalam laboratorium ini dilakukan praktikum untuk jurusan Biokimia dan unit kewirausahaan yang dikembangkan dengan layanan jasa analisa dan ekstraksi bahan hayati. Contoh berbagai analisanya adalah ; analisa kadar gula, analisa kadar kolesterol, protein, lemak, karbohidrat, tes vitamin dan zat adiktif pada bahan makanan bahkan tes urin. Di samping itu laboratorium ini juga melayani pembelian reagen-reagen untuk kegiatan praktikum konsumen, seperti reagen benedict, molish, saliwanoff, lugol, biuret, ringer, hanus fehling, eosin, safranin dll. Dibawah adalah beberapa dokumen yang penulis ambil dari laboratorium ini.
![]() | |
![]() | |||
8. Laboratorium Ekologi
Ruang laboratorium ini menampilkan alat-alat dan keterangan detail tentang cara menghitung banyaknya individu dalam suatu populasi bahkan sampai tingkat ekosistem. Ketika penulis melakukan observasi disini, penulis juga melihat beberapa alat yang disertai keterangan fungsi dan cara penggunaannya. Pembelajaran yang dilakukan di dalam laboratorium ini adalah menggunakan pembelajaran berbasis BIOEDUTAINMENT yaitu metode pembelajaran lingkungan dengan software media dalam bentuk compact disc ( CD ). Selain pada waktu pembelajaran, metode ini juga dapat diimplikasikan saat evaluasi dan kegiatan yang menunjang lainnya. Penulis akan memberikan beberapa profil alat dan keterangannya yang tersedia di laboratorium ini, berikut adalah dokumentasinya.
![]() |
| Sacchi Disk |
![]() |
| Keterangan sacchi Disk |
![]() |
| Water sample |

Terima kasih ^_^
Penulis : Previani Mustikartini
Rombel : 4 ( Pend. Biologi 2011)
NIM : 4401411072 




















